Tampilkan postingan dengan label Satrya Pinandhita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satrya Pinandhita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2020

BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA, UNTUK INDONESIA RAYA


https://partaigemahripah.blogspot.com/



Untuk mewujudkan visi Indonesia Gemah Ripah, pembangunan di Indonesia tidak cukup hanya pada tataran fisik atau badannya saja.
Kita perlu membangun jiwa kebangsaan agar dapat memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki. Pembangunan jiwa ini erat kaitannya dengan jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa yang luhur. Hanya dengan kesadaran akan jati diri bangsa itulah kita dapat membuat mahakarya yang dapat mewujudkan Indonesia Gemah Ripah.


Para pendiri bangsa ini telah merumuskan fondasi untuk membangun jiwa dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Sudah saatnya kita sebagai anak bangsa kembali menjalankan Pancasila sebagai jalan hidup, bukan hanya sekedar hafalan ataupun pedoman.
Seperti yang terkandung di lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya dulu lalu kemudian bangun badannya.


Dengan kesadaran penuh, mari kita jawab panggilan untuk berbakti kepada ibu pertiwi. Bergeraklah dalam keselarasan.
Bangkit dan berkobarlah Api Pancasila dalam sanubari setiap ksatria nusantara.
Indonesia Raya, Indonesia Jaya!


Label :

Minggu, 26 Juli 2020

PARTAI POLITIK UNTUK MENGHIMPUN PARA SATRIA PINANDHITA

Per hari ini 200 orang menyatakan bergabung dalam partai politik baru yang saya inisiasi, yaitu Partai Gemah Ripah. Namun tidak semua yang bergabung otomatis menjadi kader karena saya menetapkan 6 kriteria untuk menyeleksi siapapun yang hendak bergabung dalam gerakan perubahan yang revolusioner ini, yaitu: Tingkat kesadaran, kecocokan dalam partai politik, kualitas benih spiritual, loyalitas, ketulusan niat dan daya tahan pada godaan. Sejak awal saya dan orang-orang di lingkaran inti dalam pembentukan partai politik ini, tidak berorientasi pada jumlah. Ini kerja jangka panjang untuk memulihkan tatanan politik di Indonesia agar kembali berlandaskan hikmat kebijaksanaan.

Partai yang saya inisiasi ini, besar atau kecilnya dia nanti, dia jadi prototipe partai politik yang benar-benar menerapkan Pancasila. Pancasila bukan menjadi pemanis bibir tapi menjadi api yang menyala di sanubari.

Kembali merujuk pada 6 kriteria di atas, saya melarang murid-murid saya yang tingkat kesadaran spiritualnya tinggi tapi tak cocok dalam peran politik praktis untuk bergabung secara struktural di dalam partai. Saya juga mencegah bergabungnya para guru spiritual yang memang harus konsisten di jalurnya karena tak berjatah di politik praktis

Seterusnya, siapapun yang ambisius, punya niatan menunggangi partai, saya sudah tahu sejak awal dan ada mekanisme untuk menjauhkannya atau membuatnya pergi.

Partai politik ini memang ada untuk menghimpun para satria pinandhita yang pasti sanggup membawa bangsa ini mencapai keadaan gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

Para pembaca yang mendapat dorongan dari Diri Sejati untuk bergabung,

Silakan isi form berikut:

https://bit.ly/CalonKaderGemahRipah



Label :

Jumat, 10 Juli 2020

SATRYA PINANDHITA NUSANTARA


https://partaigemahripah.blogspot.com/Mengulas jiwa jiwa Satrya Pinandhita yang sudah lama terhembus masa kejayaan dan mempunyai peradaban tersendiri sampai tercipta nya candi candi yang merupakan simbol mahakarya nusantara yang di gambarkan melalui seni pahat pada batu tentang kehidupan masyarakat pada masa nya memberi nilai bahwa masyarakat sudah mengenal modernitas. Dan saat ini jarang sekali terdengar cerita cerita rakyat tentang peradaban nusantara yang hebat.

Lakon pewayangan masih bisa kita lihat saat ini, seorang dalang menampilkan babat cerita salah satu ilustrasi Satrya Pinandhita yang mampu memimpin dengan tokoh figur yang fenomenal yang mempunyai jiwa satrya yang mampu memimpin sekelompok orang dengan tingkat spiritual tinggi yang mempunyai misi Agung mengembalikan sejati nya bangsa itu sendiri dengan jiwa kemurnian yang tulus secara paripurna.

Dengan Perkembangan zaman akulturasi memperkenalkan budaya semakin merosot tidak ada yang mengajarkan generasi selanjut nya semua melihat keluar bukan ke dalam diri, maka tak heran simbol simbol yang di hidupkan oleh sekelompok orang dari luar terus di suarakan, tidak peduli apa yang terjadi pada bangsa yang di tinggali. Yang bersebranganpun akan menjadi framming halal dan haram bagi pemegang tataran keagamaan. Etika kesopanan rasa nya sudah tak lagi menjadi panutan bernegara. Sepertinya keinginan merebut kekuasaan dengan cara licik merubah sistem bernegara adalah hal yang mutlak. Lihatlah apa yang terjadi apa yang tumbuh di masa akan datang hanya sebuah ambisi yang tidak membawa nilai nilai budi pekerti.
Sudah waktunya kembali ke tanah Ibu pertiwi seutuh nya biarkan anak generasi selanjut nya mudah mencari originalitas kebudayaan dan pengetahuan sejarah nusantara, perlu di tingkatkan kembali tokoh tokoh adat yang seharusnya ada menjaga tradisi sebagai literatur budaya.

Semoga Indikasi Fenomena alam banyak di temukan candi candi atau arca peninggalan para leluhur di setiap provinsi menjadi jawaban, Gejala fenomena candi candi cukup unik, selama setahun terus membuka ruang tersembunyi. Penulis hanya mengingat pada siloka Kumambange watu item sileme gabus puitih yang mengisyaratkan akan timbul kembali kejayaan.
Moment ini di manfaatkan untuk menaikkan peluang yang di dukung entitas tertinggi mengisyaratkan mengambil jatah sesuai kadar menyempurnakan keadaan.
Partai Gemah Ripah membuka jalan saat kondisi bangsa tidak bisa berlari cepat tersangkut wabah corona yang terus naik mengakibatkan ekonomi menurun lapisan masyarakatpun mendera kecemasan, pendapatan yang semakin minim tak bisa terbayarkan sedangkan kebutuhan yang lain terus berjalan.


Berkenaan Satrya Pinandhita kata yang pantas adalah orang yang mempunyai jiwa ketulusan yang membangun peradaban sesuai jati diri bangsa seutuh nya kemampuan tingkat batas ada di balik ruang hampa, semedi/hening merupakan ritual yang seharus nya membangun kesadaran.
Aksara Jawa Po Do Jo Yo Nyo memberi kandungan makna tersirat yang terus menyelimuti melalui daya pikir, daya rasa dan daya karsa bagi yang mempunyai jiwa satrya pinandhita. Langkah pengabdian Satrya Pinandhita  Mo Go Bo To Ngo yang akan tercipta kembali ke awal mula menjadi Ho No.

Hooong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng


Label :



Recent Comments

Diberdayakan oleh Blogger.