Kamis, 16 Juli 2020

BLOG PARTAI GEMAH RIPAH



Alasan Kemunculan Partai Gemah Ripah

Cita-cita kemerdekaan NKRI harus terus diperjuangkan. Jalan politik menjadi keniscayaan untuk ditempuh karena penataan dan penyelarasan kehidupan berbangsa bernegara harus menjangkau perbaikan UU, kebijakan dan struktur kekuasaan. Partai politik merupakan kendaraan untuk merealisasikan missi yang agung: ia mewadahi para patriot Indonesia yang terpanggil untuk mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang berbudaya sesuai jatidiri, berdikari secara ekonomi dan berdaulat secara politik.

Partai Gemah Ripah merupakan wadah aksi guna merealisasikan dan membumikan kesadaran spiritual - inilah jalan bagi jiwa-jiwa agung Nusantara untuk menyempurnakan kehidupan pribadi dan bangsanya. Lewat partai ini, terbuka kesempatan berkarya dan menumpahkan idealisme: mengembalikan keagungan Nusantara di negara yang kita cintai ini.

Tujuan

Partai Gemah Ripah didirikan untuk memastikan NKRI yang benar-benar menerapkan api Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Partai ini menjadi bagian dari keseluruhan elemen bangsa yang berjuang dengan konsisten untuk cita-cita yang luhur: NKRI yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

Visi

NKRI menjadi Garuda Asia: negara yang hidup dalam keagungan dan keperwiraan, dengan budaya luhur berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa dan spirit kemanusiaan yang universal, berdikari dan tangguh secara ekonomi karena keberhasilan mendayagunakan secara selaras semua sumber daya alam dan manusia, juga berdaulat secara politik dimana segala kebijakan negara dibuat untuk kesejahteraan rakyat atas dasar hikmat kebijaksanaan.

Missi

Partai Gemah Ripah menjalankan missi agung sebagai berikut :

1. Mendidik kader patriot bangsa yang di dalam sanubarinya menyala api Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,
2. Menyiapkan para pemimpin dan negarawan yang punya jiwa satria pinandhita.
3. Mendorong penyelarasan kebijakan negara agar konsisten dengan prinsip Pancasila dan UUD 1945 sebagaimana pertama kali dirumuskan.
4. Memperjuangkan agenda pembangunan nasional yang memaduselaraskan tujuan peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan hidup.
5. Membangun kebudayaan nasional yang luhur dengan merestorasi dan merevitalisasi warisan bangsa Nusantara yang agung.

Yang tergerak dan selaras mari bergabung ...

Sms only : 0821-4057-1211

Email : iwanpertama@gmail.com


Tidak terbatas lokasi....



Label :



Jumat, 10 Juli 2020

CARA BERGABUNG PARTAI GEMAH RIPAH


https://iwanpertama.blogspot.com/2020/07/cara-ikut-organisasi-partai.html


Mengikuti jalur organisasi di kepartaian sebenarnya cukup mudah tidak ada alasan sungkan, malu atau apapun itu. Berkarya demi bangsa negeri tercinta untuk menuntaskan segala problema bangsa dan kemasyarakatan yang belum bisa menjawab pada lintas ruang lingkup kecil adalah kewajiban siapa saja yang masih mempunyai kepedulian. Generasi muda sudah waktu nya berangkat mengabdi, memiliki sikap ikut menuntaskan permasalahan bangsa. Apalagi sekarang kemajuan Modernitas terus berkembang cepat yang jarang sekali orang ketahui dampak nya. Modernitas dan budaya seakan belum memberikan sinergi untuk menyeimbangkan budaya yang semakin tergerus perkembangan. Siapapun yang hendak bergabung dalam gerakan Kemajuan berbangsa dan bernegara Mari bersama tekadkan jiwa api pancasila yang tulus mencapai Gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

Persiapan ikut kader partai :

1. Mempunyai jiwa loyalitas
2. Memiliki Pengetahuan secara luas
3. Memiliki pendidikan yang menjamin
4. Ikut serta kaderisasi
5. Siap melaksanakan tugas partai
6. Memiliki jaringan yang luas
7. Memahami struktur organisasi
8. Mampu bertanggung jawab

Gabung Partai Gemah Ripah Klik di sini

Memilih organisasi partai bukan hanya memiliki jiwa egoisme pribadi, telaah dahulu pilihan kepada partai mana yang pantas untuk di ikuti jiwa nasionalis atau keagamaan ?
Pilihan harus selaras apa yang di cita-citakan yang arti nya setiap kader harus memiliki tujuan membangun peradaban bangsa bukan sekedar perubahan saja.
Kita lihat Partai partai besar masih mendominasi mendapatkan suara terbanyak di masyarakat. Arti nya roda partai pintar mengambil kesempatan tersebut, meskipun banyak orang merasa enggan dan kurang simpati terhadap partai. Penulis hanya bisa mengarahkan pada tujuan awal di mana sikap partai tidak manis di bibir saja, juga mampu menjalankan nilai moral yang berjiwa pancasila.

Partai Gemah Ripah memiliki kriteria tersendiri bagi setiap calon kader yang siap bergabung
di antara nya :

1. Tingkat kesadaran
2. Kecocokan dalam partai politik
3. Kualitas benih spiritual
4. Loyalitas
5. Ketulusan niat
6. Daya tahan pada godaan


Tahun 2019 bisa anda dapatkan perenungan sketsa politik yang berkembang melalui media dalam negeri atau media asing. Bangsa Indonesia masih terjebak pertikaian kepentingan dalam negeri yang belum selesai, termasuk permasalahan :

1. Korupsi
2. Hukum
3. Narkoba
4. Sosial
5. Ekonomi
6. Politik
7. Budaya

Bersama Partai Gemah Ripah Yang baru mulai di dirikan tahun 2020 oleh seorang tokoh spiritual yang memiliki jiwa ketulusan untuk memurnikan kembali kejayaan bangsa menyambut penuh bagi generasi muda maupun generasi petuah yang memiliki jiwa pancasila. Saat ini Partai Gemah Ripah banyak membuka ruang terbuka terutama perempuan. Kepercayaan para kader seutuh nya bergerak sendiri menurut Rasa sejati semoga saja terus berlanjut dan tampil sebagai Satrya Pinandhita. Mari bersama kita sentuh kembali kejayaan negeri pada bidang kebudayaan dan teknologi.


Baca Juga :

INDONESIA GEMAH RIPAH


Negeri kita sejatinya adalah negeri sorgawi, yang dianugerahi alam nan indah permai dan kekayaan alam yang berlimpah. Di dalam DNA kita, sesungguhnya juga terekam memori akan keagungan dan kejayaan di masa silam. Saat negeri ini berhasil merealisasikan rancangan sorgawinya: berpadu selaras kesadaran spiritual, keluhuran seni budaya, kemajuan teknologi, kemapanan politik dan keberlimpahan ekonomi. Lihatlah jejak kesemua kualitas itu pada candi-candi yang bertebaran di banyak tempat. Candi-candi itu bercerita tentang satu masa dimana bangsa kita menjadi bangsa yang agung dan jaya.

Ada kesenjangan yang lebar antara keadaan kita saat ini, sebagai sebuah negara bangsa yang dinamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan keadaan di masa Majapahit, Sriwijaya, Kahuripan, Singasari, Matswapati. Kita memang sedang mengalami degradasi, dan itu adalah siklus peradaban yang wajar. Menjadi tanggung jawab kita untuk menata kembali negeri, memulihkannya menjadi negeri surgawi: Indonesia Gemah Ripah.
Satu langkah perdana yang perlu kita lakukan menyegarkan pengertian kita terhadap sejarah bangsa, memperbaharui persepsi kita terhadap para tokoh kuna. Saya melihat ada upaya pembelokan untuk membuat kita terputus dengan akar spiritual kita, sekaligus kehilangan rasa hormat pada jiwa-jiwa agung di lalu.
Ken Arok yang dikenal juga dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi , hadir dalam benak kita sekarang sebagai pembunuh Tungggul Ametung menggunakan Keris Empu Gandring, dengan memanipulasi Kebo Ijo, gara-gara kesengsem Ken Dedes. Padahal ini adalah cerita dusta mesti dikatakan bersumber pada literatur kuna. Dalam keheningan saya mencoba terhubung dengan jiwa Ken Arok dan membaca catatan akasha yang merekam segala peristiwa. Dari situ saya tahu bahwa Ken Arok sesungguhnya adalah sosok yang tercerahkan. Saat mangkat, jiwamya memasuki dimensi 25 dalam struktur 31 dimensi. Itu adalah dimensi cahaya yang hanya bisa dijangkau oleh pribadi yang telah terhubung selaras pada Diri Sejati dan menjadi murni.
Selanjutnya, kita mendapat cerita bagaimana Prabu Sri Jayakatwang memberontak dan membunuh Prabu Sri Kertanegara yang membuat Singasari runtuh. Ini juga cerita dusta karena sesungguhnya mereka berdua juga merupakan pribadi luhur yang tak pernah berperang untuk memperebutkan tahta. Sri Jayakatwang saat mangkat menjangkau dimensi 21, sementara Sri Kertanegara menjangkau dimensi 25.

Banyak cerita lain yang sesungguhnya penuh dusta dan harus dibongkar. Itu perlu untuk melebur mindset yang mengkerdilkan bangsa ini, sekaligus menumbuhkan kembali cinta kepada tanah air, serta keluhuran kebudayaan dan sejarahnya.
Lebih jauh, dalam rangka merealisasikan cita-cita Indonesia Gemah Ripah, kita perlu memulainya dengan menumbuhkan kembali akar spiritualitas bangsa kita. Ini adalah fondasi yang harus dibangun dengan tuntas: bangsa kita kembali hidup dalam kesadaran spiritual yang sejati, sebagaimana para leluhur agung bangsa ini.
Negara kita yang berdasar Pancasila sesungguhnya dirancang untuk menjadi bangsa spiritual yang bisa menerapkan prinsip spiritual termasuk dalam kehidupan politik. Ini yang menjadi latar gagasan pendirian Partai Gemah Ripah.

Anda yang tergerak untuk bergabung, silakan hubungi kami:

KOMITE PENDIRIAN PARTAI GEMAH RIPAH

WA +62 878-8740-9090

Form untuk bergabung dengan gerakan pendirian Partai Gemah Ripah:

https://bit.ly/CalonKaderGemahRipah

SATRYA PINANDHITA NUSANTARA


https://partaigemahripah.blogspot.com/Mengulas jiwa jiwa Satrya Pinandhita yang sudah lama terhembus masa kejayaan dan mempunyai peradaban tersendiri sampai tercipta nya candi candi yang merupakan simbol mahakarya nusantara yang di gambarkan melalui seni pahat pada batu tentang kehidupan masyarakat pada masa nya memberi nilai bahwa masyarakat sudah mengenal modernitas. Dan saat ini jarang sekali terdengar cerita cerita rakyat tentang peradaban nusantara yang hebat.

Lakon pewayangan masih bisa kita lihat saat ini, seorang dalang menampilkan babat cerita salah satu ilustrasi Satrya Pinandhita yang mampu memimpin dengan tokoh figur yang fenomenal yang mempunyai jiwa satrya yang mampu memimpin sekelompok orang dengan tingkat spiritual tinggi yang mempunyai misi Agung mengembalikan sejati nya bangsa itu sendiri dengan jiwa kemurnian yang tulus secara paripurna.

Dengan Perkembangan zaman akulturasi memperkenalkan budaya semakin merosot tidak ada yang mengajarkan generasi selanjut nya semua melihat keluar bukan ke dalam diri, maka tak heran simbol simbol yang di hidupkan oleh sekelompok orang dari luar terus di suarakan, tidak peduli apa yang terjadi pada bangsa yang di tinggali. Yang bersebranganpun akan menjadi framming halal dan haram bagi pemegang tataran keagamaan. Etika kesopanan rasa nya sudah tak lagi menjadi panutan bernegara. Sepertinya keinginan merebut kekuasaan dengan cara licik merubah sistem bernegara adalah hal yang mutlak. Lihatlah apa yang terjadi apa yang tumbuh di masa akan datang hanya sebuah ambisi yang tidak membawa nilai nilai budi pekerti.
Sudah waktunya kembali ke tanah Ibu pertiwi seutuh nya biarkan anak generasi selanjut nya mudah mencari originalitas kebudayaan dan pengetahuan sejarah nusantara, perlu di tingkatkan kembali tokoh tokoh adat yang seharusnya ada menjaga tradisi sebagai literatur budaya.

Semoga Indikasi Fenomena alam banyak di temukan candi candi atau arca peninggalan para leluhur di setiap provinsi menjadi jawaban, Gejala fenomena candi candi cukup unik, selama setahun terus membuka ruang tersembunyi. Penulis hanya mengingat pada siloka Kumambange watu item sileme gabus puitih yang mengisyaratkan akan timbul kembali kejayaan.
Moment ini di manfaatkan untuk menaikkan peluang yang di dukung entitas tertinggi mengisyaratkan mengambil jatah sesuai kadar menyempurnakan keadaan.
Partai Gemah Ripah membuka jalan saat kondisi bangsa tidak bisa berlari cepat tersangkut wabah corona yang terus naik mengakibatkan ekonomi menurun lapisan masyarakatpun mendera kecemasan, pendapatan yang semakin minim tak bisa terbayarkan sedangkan kebutuhan yang lain terus berjalan.


Berkenaan Satrya Pinandhita kata yang pantas adalah orang yang mempunyai jiwa ketulusan yang membangun peradaban sesuai jati diri bangsa seutuh nya kemampuan tingkat batas ada di balik ruang hampa, semedi/hening merupakan ritual yang seharus nya membangun kesadaran.
Aksara Jawa Po Do Jo Yo Nyo memberi kandungan makna tersirat yang terus menyelimuti melalui daya pikir, daya rasa dan daya karsa bagi yang mempunyai jiwa satrya pinandhita. Langkah pengabdian Satrya Pinandhita  Mo Go Bo To Ngo yang akan tercipta kembali ke awal mula menjadi Ho No.

Hooong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng


Label :



Sabtu, 30 Mei 2020

POTRET KEKAYAAN ALAM INDONESIA

Ketika kita berbicara tentang sumber daya alam, ada banyak sumber daya alam yang dapat kita temukan di sekitar kita (baca: sumber daya alam berdasarkan sifatnya). Sumber daya alam ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu sumber daya alam terbarukan dan sumber daya alam tidak terbarukan. Namun, semua sumber daya alam ini adalah sumber daya alam dan diperlukan untuk makhluk hidup. Jadi kita semua harus melindunginya dan tidak melukainya. Karena bagaimanapun juga sumber daya alam ini mereka memiliki kelebihan (baca: kelebihan sumber daya alam) dan suatu hari kita akan membutuhkannya.

Potensi kesejahteraan alam di Indonesia

Memiliki banyak jenis sumber daya alam adalah kegembiraan dan hadiah yang besar. Namun, sumber daya alam ini adalah kekayaan. Kekayaan daerah yang paling penting terletak pada potensi sumber daya alamnya. Kita semua tahu bahwa lanskap di Bumi berbeda.

Berbagai daerah dan lokasi membedakan suatu daerah dari daerah lain. Karena pengaruh posisi geografis dan posisi astronomi (baca: makna posisi geografis dan astronomi) berbeda, ada beberapa perbedaan karakteristik suatu wilayah dengan daerah lain, seperti. B. jenis tanah, iklim (baca: iklim di Indonesia), cuaca, bahkan flora dan fauna yang dilindungi. Itu sebabnya ada daerah yang kaya atau tidak.

Ketika kita berbicara tentang potensi kekayaan alam di setiap wilayah, itu adalah kebahagiaan besar bagi kita semua yang tinggal di Indonesia. Indonesia memiliki tanah subur, air berlimpah dan iklim dengan curah hujan seimbang, yang menjadikan tanah air Indonesia sumber daya alam yang kaya. Kekayaan alam Indonesia telah diakui oleh negara-negara di seluruh dunia. Sumber daya alam Indonesia meliputi:

Kekayaan berupa tanah subur (baca: sifat-sifat tanah subur) sehingga banyak tanaman bisa hidup di Indonesia
Air (baca: jenis air) sangat berlimpah
Spesies tanaman yang penting bagi dunia dapat tumbuh di Indonesia
Keanekaragaman fauna dan flora (baca: flora dan fauna langka Indonesia), unik atau tidak
Kekayaan bawah laut yang luar biasa
Kekayaan mineral
Keindahan alam yang berpotensi menjadi objek wisata dan sebagainya.

Kekayaan alam Indonesia

Sumber daya alam yang berbeda dari negara Indonesia, baik dalam bentuk sumber daya alam yang mungkin atau tidak dapat diperbarui. Berikut adalah beberapa sumber daya alam Indonesia:

Tambang emas kualitas terbaik

Siapa sangka Indonesia adalah negara dengan kandungan emas tertinggi di dunia. Seperti kita ketahui, emas adalah logam mulia yang sangat dihargai oleh semua orang. Kita juga perlu tahu tambang emas mana yang ditakdirkan untuk kita. Ya, Freeport di Papua adalah tambang emas terbesar dan berkualitas terbaik di dunia.

Tambang emas Freeport terletak di Papua dan jelas masih di wilayah Indonesia. Ini berarti bahwa negara dengan emas terbaik di dunia adalah Indonesia. Ini seharusnya menjadi potensi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, tetapi karena berbagai faktor, Indonesia bahkan tidak dapat merasakan buah-buahan manis dari memiliki tambang emas.

Tambang batubara

Selain mengekstraksi emas, yang merupakan harta, ada harta lainnya yang juga disimpan di Indonesia. Ini adalah tambang batubara, yang merupakan tambang yang sangat penting. Batubara ini adalah sumber daya alam yang tidak terbarukan, jadi setiap orang yang menggunakannya harus hati-hati. Indonesia adalah negara dengan tambang batu bara terbesar di dunia.

Banyak dari tambang batubara ini berlokasi di pulau Kalimantan dan Sumatra. Berbeda dengan tambang emas di Papua, yang dikelola oleh perusahaan asing, batubara juga merupakan produk pertambangan yang penting.


Label :

Selasa, 21 Januari 2020

MEMAHAMI SEMEDI DAN TRANSFORMASI ENERGI

Semadi atau semedi adalah menghilangkan kehidupan jasad agar supaya seseorang dapat merasakan rahsaning gesang atau kehidupan sukma. Dengan sarana mengolah rasa disebut sirnaning papan lan tulis. Yakni jumeneng rasa jati yang benar-benar nyata, pasti dan weruh tanpa tuduh (menyaksikan sendiri tanpa referensi), atau menyaksikan “sesuatu” tanpa melibatkan badan wadag (akal-budi/ rasio/ pikiran/ imajinasi/mata-wadag). Keberhasilannya dengan cara meredam gejolak nafsu jasadiah, dan dengan mengolah gerak-gerik anggota badan.

Kehidupan jasad memiliki kesadaran yang rendah, sementara itu kehidupan sukma memiliki kesadaran yang tinggi. Kesadaran jasadiah sifatnya rentan oleh pengaruh nafsu-nafsu, di mana pikirannya terganggu oleh imajinasi rasio. Dalam kehidupan sukma itulah terletak kesadaran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kesadaran jasad. Dapat digambarkan sukmanya keluar dari badan wadag atau jasad. Dalam kondisi demikian kesadaran jasadiah tidak lagi bisa mendominasi dan memanipulasi kesadaran batin. Kesadaran sejati yang ada pada kehidupan sukma akan membersihkan batin dari segala polusi dan imajinasi rasio dan nafsu-nafsu negatif. Pemahaman ini merupakan gambaran dari lampahan Sri Kresna di Dwarawati atau sang Arjuna yang meraga sukma. Untuk kita perhatikan semua, bawa cerita ini sekedar dijadikan sebagai perlambang atau kiasan yang memudahkan pemahaman akan hakekat dari semedi. Adapaun tujuan melakukan semedi tidak lain untuk mengetahui alam kajaten atau kwahana kesejatian, yang sungguh-sungguh nyata dan ada di luar nalar atau akal budi kita.


SEMEDI & KESADARAN BATIN

Dalam upaya semedi dapat terjadi kegagalan dan keberhasilan. Kegagalan biasa terjadi dalam awal-awal latihan semadi namun lama kelamaan kita akan menemukan irama atau “frekuensi” yang dirasakan sangat “ajaib”. Bagi yang berhasil melakukan semadi pun ada dua kemungkinan yang berbeda tataran keberhasilannya. Kemungkinan yang pertama, meskipun berhasil dalam semedi namun seseorang belum mencapai puncak kesempurnaan semedi.
Raga telah berhasil “dimatikan” sehingga yang terasa hanya getaran dahsyat dalam rasa. Getaran itu bersumber dari pusat kehidupan (atma) yang terletak pada susuhing angin/jantung, lalu menjalar ke seluruh “badan”. Bukan “badan” jasadiah semata, namun getaran itu terletak dalam badan halus/metafisik. Bila dirasakan sepintas lalu seolah badan wadag lah yang bergetar. Getaran berbeda dengan rasa gemetaran. Jika dikonotasikan sebagai prana ia sama-sama bersumber dari getaran rasa sejati. Bagi pelaku semedi yang masih berada pada tingkat ini hendaknya jangan merasa pesimistis karena tetap bisa merasakan berbagai keajaiban yang akan terjadi dalam wahana kesadaran semedi. Misalnya muncul bayangan atau gambaran gaib yang dapat menjelaskan sesuatu rahasia alam atau sebagai pralampita yang dapat menjadi petunjuk akurat dan tepat terhadap pelaku semadi. Kemungkinan kedua, pelaku semedi dapat mencapai tataran sempurna atau kesempurnaan.

Parameter kesempurnaan terjadi bilaman sukmanya benar-benar lepas dari badan wadagnya sendiri. Sukma dapat melanglang ke dalam buana gaib, menjelajah dalam ruang-ruang gaib yang berada di luar akal budi (jasad) yang menemukan kesadaran tinggi. Inilah yang disebut rahasia meraga sukma. Namun bagi yang berhasil meraih kesempurnaan dalam semedi –yang bermuara pada kejadian raga sukma– hal ini menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat. Meraga sukma bermanfaat besar untuk memperoleh kesadaran tinggi untuk memahami being dalam eksistensi noumena atau eksistensi di alam gaib.
Tentu saja kejadian ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang selalu dahaga dunia spiritual. Karena pelaku semedi akan memperoleh kesadaran tinggi dan dapat mengetahui hal-hal yang orang lain tidak ketahui/sadari. Mengapa kesadaran tinggi diidamkan kebanyakan orang, tidak lain karena kemuliaan hidup yang sejati menuntut adanya kesadaran tinggi terlebih dulu.
Tidak menjadi masalah bila kesadaran tinggi kita berasal dari referensi orang lain, kitab suci, maupun buku pedoman. Hanya saja bila kita merasakan sendiri pengalaman gaib secara langsung akan menjadikan sebagi pengalaman hidup yang sangat sensasional dan berharga. Hal ini bukan lah iming-iming namun sungguh apa adanya.


KUNCI KEBERHASILAN

Kesadaran sejati atau kesadaran batin dapat dicapai oleh siapapun tanpa tergantung agama dan ajarannya, asalkan seseorang mampu memerdekakan diri dari hegemoni kekuasaan nafsu negatif yang bercokol dalam jasadnya sendiri. Ibaratnya nafsu adalah kulit yang harus dikupas agar kita dapat menikmati daging buahnya. Nafsu jasadiah seumpama cadar bagi mata batin, bila dibuka cadarnya maka mata batin akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan semua eksistensi gaib akan dapat dilihat dengan jelas. Pengendalian hawa nafsu bukanlah hal mudah ia perlu latihan terus menerus dengan kesabaran dan ketulusan. Tanpa bekal itu akan sulit mencapai tataran kesempurnaan dalam olah semedi. Dalam olah semedi pun harus dilakukan dengan rajin, sabar, ulet dan telaten jangan mudah menyerah dan cepat bosan. Biasanya jika sudah merasakan keberhasilan awal lantas akan menjadi ketagihan untuk lebih giat melatih diri. Dua langkah utama yang menentukan keberhasilan yakni : mengendalikan nafsu, membersihkan hati dan batin dalam perbuatan sehari-hari dan rajin olah badan dalam tatacara semedi.

Teori Merubah Frekuensi

Kesadaran jasad jika diumpamakan sebagai gelombang AM radio, kejernihan dan kejelasan suaranya teramat rentan terjadi distorsi akibat gangguan kondisi cuaca alam yang buruk. Gelombang AM diumpamakan sebagai kesadaran jasad atau akal budi, sementara cuaca alam yang buruk seumpama gangguan imajinasi akal-budi dan nafsu. Artinya kesadaran ragawi atau jasad mudah sekali terkena tipu daya “setan” dalam hal ini nafsu dan imajinasi kita sendiri. Lain halnya dengan kesadaran rahsa sejati, diumpamakan gelombang FM radio. Suaranya jernih, bersih dan jelas.
Gelombang FM juga tidak terpengaruh oleh cuaca alam yang buruk. Sekalipun terjadi angin ribut, hujan lebat dan guntur tidak akan menjadi gangguan kejernihan suara. Karena gelombang FM terpisah dan berbeda dari gelombang cuaca buruk. Ia berada dalam koridor frekuensi yang terpisah dari berbagai gelombang cuaca alam. Artinya, kesadaran rasa sejati terpisah dan tidak terpengaruh oleh imajinasi akal budi dan nafsu-nafsu negatif. Tugas semedi adalah mengalihkan gelombang atau frekuensi kita dari frekuensi AM ke FM.
Dari kesadaran ragawi/jasad ke kesadaram rasa sejati (rasa pangrasa/indera ke-enam). Kelebihannya adalah dapat menangkap sinyal dari frekuensi rendah hingga yg paling tinggi sekalipun. Segala yang tadinya rahasia dan tertutup oleh nafsu dan rasio menjadi tersingkap semuanya tampak jelas.


SEMEDI ; RADIO TRANSISTOR


Cara lebih mudah membayangkan fungsi olah semedi, saya mengambil analogi seumpamanya kita merubah diri kita menjadi radio transistor. Sebenarnya dalam ruang udara terdapat banyak sekali berbagai macam gelombang suara dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Contohnya antara lain suara jangkrik sawah yang tidak bisa masuk jika direkam dengan pita kaset biasa. Atau suara kelelawar yang memiliki suara ultrasonik yang frekuensinya sangat tinggi sehingga tidak bisa ditangkap dengan telinga manusia. Begitu pula suara ikan paus yang dapat memancarkan gelombang suara sangat jauh namun sulit ditangkap telinga manusia pula. Begitu juga gelombang suara yang dipancarkan antena transmisi stasiun radio tidak akan bisa ditangkap oleh telinga manusia sebelum dirubah dengan alat bernama radio transistor yang berfungsi merubah gelombang suara menjadi berfrekuensi yang sepadan dengan daya tangkap kuping manusia.
Sebelum dirubah oleh alat elektronik radio transistor, gelombang suara bagaikan suara eksistensi gaib. Nah analogi ini menjelaskan bila semedi ibaratnya merubah diri kita menjadi “radio transistor” yang dapat menangkap gelombang suara menjadi bunyi-bunyian. Artinya semedi merupakan sarana agar supaya kita dapat mendengar dan menangkap frekuensi yang terdapat di alam gaib. Dapat pula diistilahkan kita sedang menselaraskan antara “frekuensi jasad” kita dengan frekuensi gaib.

Sebenarnya yang diselaraskan bukan frekuensi jasadnya dengan frekuensi gaib melainkan pindah chanel dari frekuensi “AM” ke frekuensi “FM”. Ke mana kita musti beli frekuensi FM ? Tidak perlu repot, karena di dalam setiap diri manusia telah terdapat frekuensi “FM” bawaan lahir yang sepadan/sinergis dengan “frekuensi” alam gaib, yakni frekuensi yang dimiliki rahsa sejati (rasa pangrasa). Tidak hanya manusia bahkan binatang malah lebih tajam “indera keenam” nya ketimbang manusia karena binatang tidak memiliki hawa nafsu. Kita dapat mencermati dari ayam, anjing, angsa dan binatang lainnya yang memiliki frekuensi sepadan dengan dimensi gaib. Binatang-binatang tersebut sering berlari ketakutan dikejar sesuatu yang tidak tampak oleh mata wadag.


TATA CARA SEMEDI

Semadi atau semedi, artinya sarasa = rasa tunggal = maligining rasa = rasa jati = rasa pangrasa. Disebut pula dengan maladihening, mesu budi, manekung, puja brata, tarak brata, dan masih banyak lagi istilahnya. Pada intinya olah semedi melibatkan dua kegiatan,pertama yakni ; SOLAH atau perilaku anggota badan dalam upaya “menidurkan” atau “mematikan” anggota raga untuk merasakan hidupnya rasa sejati. Kedua yakni BAWA atau perilaku batin, dengan cara mengolah rasa agar mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi lagi. Atau menghidupkan batin kita yakni merasakan atma (energi hidup) dalam sukma sejati. Agar tidak rancu perlu saya tegaskan perbedaan antara sukma sejati dengan rasa sejati yakni ; sukma sejati dapat dilihat wujudnya, sedangkan rasa sejati hanya bisa dirasakan sebagai energi atma/ hidup/ kayun/ kayu/ chayu. Sukma sejati adalah roh/ruh/ruhulah sementara rasa sejati adalah sir/sirulah (lihat thread : Maklumat Jati). Terdapat banyak sekali tatacara semedi, misalnya sembari duduk bersila, bisa juga sembari baringan atau merebahkan badan. Berikut ini saya jabarkan tata cara semedi sambil membaringkan badan.

Carilah tempat yang nyaman, tenang, dan aman agar konsentrasi anda tidak terganggu oleh suasana lingkungan sekitar. Jangan melakukan semedi di tempat yang berbahaya misalnya tepi sungai, tepi jurang atau di antara semak belukar. Hal ini untuk menghindari resiko jatuh terperosok termasuk terjadinya serangan binatang buas, serangga berbisa dsb. Bisa pula di lakukan di dalam rumah atau kamar tidur anda.

Carilah waktu watu saat yang tenang biasanya setelah beranjak larut malam. Keheningan suasana atau suara alam yang lembut justru justru sangat membantu dalam menciptakan konsentrasi. Setelah menemukan tempat yang tepat lalu baringkan badan anda…

Posisi badan telentang menghadap ke atas, seperti mau tidur. Jangan ada anggota badan yang posisinya kurang nyaman. Seluruh anggota badan “jatuh” menempel di pembaringan tanpa ada penahanan sedikitpun. Seluruh otot dan syaraf harus rileks atau loss. .

Tangan sedekap atau sedakep (sedeku) dengan posisi lengan atas tetap menempel di lantai/tempat berbaring sementara lengan bawah diletakkan di atas dada. Jari-jari tangan saling mengunci. Atau bisa juga agar lebih rileks, tangan diluruskan ke bawah (arah kaki), kedua telapak tangan menempel di paha kiri kanan sebelah luar.

Mata terpejam seakan anda sedang bersiap menidurkan diri. Bola mata tidak boleh bergerak-gerak, tahan dalam posisi pejam dan bola mata diam tidak bergerak, disebut meleng.

Kaki lurus rileks telapak kaki kanan ditumpang di atas telapak kaki kiri disebut sedakep kaki tunggal, disebut saluku.

Posisi dan langkah-langkah di atas bertujuan untuk menghentikan daya cipta meliputi imajinasi, angan, pikiran, kemauan, gagasan. Selain itu olah pasamaden sebagai upaya menutup aliran panca indera yakni indera perasa, pendengaran, dan penglihatan. Selanjutnya samadi atau semedi seyogyanya diimbangi dengan perilaku sehari-hari dengan mengurangi makan, minum, tidur dan lain sebagainya.

Semedi merupakan salah satu cara meraih kemuliaan hidup, secara keseluruhan terdapat tujuh macam tahapan atau tingkatan “laku” yang harus dikerjakan apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna, yakni :

1. Tapaning Jasad
Sopan santun dan mawas diri. Dalam olah semedi dengan cara mengendalikan / menghentikan daya gerak anggota tubuh atau kegiatannya.

2. Tapaning Budi
Menghindari angan-angan dan prasangka yang buruk. Dalam olah semedi dengan bersikap positif thinking agar pikiran menjadi bersih dan dapat membentangkan pandangan seluas-luasnya. Namun jangan biarkan imajinasi menguasai rasio anda.

3. Tapaning Hawa Nafsu
Rela, legowo, menerima apa adanya (qonaah), sabar dan ikhlas. Jangan menyakiti hati sesama. Sabar menghadapi gangguan dan godaan dari dalam dan luar. Tidak suka iri hati dan dendam. Kuat lara wirang atau dipermalukan. Dalam olah semedi dengan cara sikap tidak buru-buru, sumeleh, mengalir apa adanya.

4. Tapaning Sukma
Menenangkan jiwa dan selalu jujur pada diri sendiri dan orang lain. Bersikap dermawan. Perbuatan lahir batinnya selalu diarahkan pada kebaikan. Tanpa pamrih semua hanya netepi sifating Zat. Dalam olah semedi harus bersikap pasrah, bersandar hanya kepada Hyang Widhi. Tidak memaksa diri mencapai hasil. Namun lebih mengutamakan prosesnya yang benar dan tepat.

5.Tapaning Rahsa
Perilaku yang utama, luhur budi pekertinya. Tidak takut bila menderita, dan kuat laku prihatin. Tidak suka mengurusi (intervensi) hal yang bukan kewenangannya. Selalu mawas diri dan giat mencari ilmu hakekat. Dalam olah semedi indera perasa jasad dimatikan diganti dengan rasa pangrasa. Merasakan getaran indera ke-enam, atau rahsa sejati.

6.Tapaning Cahya
Menjaga kesucian lahir batin. Dalam olah semedi, selalu terkonsentrasi pada cahya di pangkal hidung antara kedua mata atau papasu.

7. Tapaning gesang
Selalu eling dan waspada serta mempunyai daya memahami sesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau samar karena kepalsuan “kulit”. Olah semedi hendaknya selalu ditujukan untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan pribadi dan orang lain. Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati, kearah kesempurnaan hidup, manembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakni target Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu sebagai kunci untuk memahami isi Rasa Jati, untuk mencapai sesuatu yang luhur.
Maka dalam meraih kemuliaan hidup mutlak diperlukan sinkronisasi antara perbuatan lahir dan batinnya (solah dan bawa).

PATRAPING NETRA


Konsentrasi mata difokuskan pada satu titik yakni pangkal hidung, letaknya di antara ke dua belah mata, diisitilahkan papasu. Kedua belah mata terpejam, namun manik mata memandang ke arah papasu. Di situ bisa langsung tampak ada cahaya atau sinar mencorong/terang mencolok biasanya berwarna putih kekuningan. Bila cahaya di papasu belum muncul dan masih tampak gelap gulita anda harus bersabar, tunggu beberapa saat hingga cahya muncul sedikit demi sedikit lalu berubah menjadi semakin terang bahkan bisa sangat menyilaukan.

Bila posisi di atas sudah bisa anda lakukan dengan rileks, selanjutnya giliran menata nafas anda. Setelah dibarengi olah nafas yang rilek anda tinggal konsentrasikan mata pada arah papasu. Lama-kelamaan cahaya kuning terang semu keputihan semakin terang, pusatkan konsentrasi pada cahaya tersebut. Tunggu dengan sabar dan rilek hingga akan muncul gambaran seperti lorong. Tugas anda bergerak mengikuti lorong tersebut dengan perasaan.
Pergerakan dikomando oleh kareping rahsa, yakni kehendak rasa sejati. Nantinya lorong akan seperti berkelok melengkung-lengkung namun bukan menikung tajam. Lorong itu akan berujung pada wahana ruang yang sangat terang benderang. Anda seolah masuk ke dalam ruang yang sangat luas dan sulit digambarkan eksotisnya. Itulah ruang gaib.

Pada tahapan ini belum terjadi raga sukma. Peristiwa ini, kesadaran kita hanyalah sebatas berada di antara dunia wadag dengan dunia meta yang gaib. Dengan menggunakan mata batin kita menyaksikan eksistensi gaib melalui “jendela” dimensi gaib. Artinya sukma anda belum memasuki alam gaib. Namun kesadaran batin kita bagaikan energi telekinetik bisa menjelajah ke tempat atau lokasi yang kita inginkan. Di analogikan penglihatan batin kita berubah fungsi sebagaimana alat periskop yang dimiliki kapal selam. Jika diumpamakan kesadaran jasad kita bagaikan berada di dalam kapal selam yang pandangannya sangat terbatas pada obyek yang ada di sekeliling kita dalam jarak yang sangat pendek. Maka mata batin bagaikan alat periskop yang bisa digunakan untuk melihat ada apa di atas permukaan air.

Pada saat semedi minimal orang akan mendapatkan semacam ilham atau wisik yang dapat menjadi petunjuk untuk mengambil keputusan atau apa yang harus dilakukan dan dihindari. Bila latihan olah semedi dilakukan dengan telaten, lama-kelamaan akan mencapai tahap selanjutnya dimana sukma akan keluar dari badan wadag. Pada tahap ini anda akan merasakan keanehan-keanehan ;
Merasakan seolah badan kita tidak bernafas dan indera perasa tidak merasakan sesuatu apapun, namun kita sadar bahwa diri kita tetap lah hidup.

Pada tahap ini kadang terdengar suara-suara (gaib) yang terdengar asing dan aneh. Suara-suara tersebut berasal dari dimensi lain. Karena kesadaran anda telah berada di ambang batas antara dunia wadag dengan dunia gaib. Suara-suara tersebut bukanlah sengaja mengganggu justru menunjukkan bila anda sudah mulai berhasil merubah diri anda menjadi “radio transistor”. Nah, pada tahap ini terkadang anda dapat menangkap petunjuk, sasmita, pralampita yang berasal dari para leluhur. Anda juga tidak perlu khawatir digoda setan/makhluk halus/hantu/demit/jin dsb, karena langkah semedi anda yang mematikan nafsu ragawi sudah cukup menguatkan mental dan batin anda, dan menjadi pagar gaib yang cukup kokoh.
Melihat badan kita sendiri dari luar tubuh. Biasanya kita melihat diri kita seolah sedang tertidur pulas, atau sedang duduk bersila sesuai dengan posisi sewaktu kita melakukan semedi.
Bila sudah terjadi posisi demikian, anda janganlah panik atau takut, tetap kendalikan semuanya melalui kehendak rasa anda sendiri. Misalnya anda ingin menjauh dari tubuh atau ingin menyatu kembali dengan tubuh semua perintah di bawah kendali sang rasa sejati, yakni kehendak rasa.
Antara sukma anda dengan badan wadag bagaikan mengandung energi magnet yang saling tarik menarik. Bila anda berkehendak ingin kembali masuk ke tubuh seketika akan terasa ada energi kuat yang menyedot sukma ke dalam badan wadag. Energi tersebut saya identifikasi sebagai nyawa.

Bedanya dengan orang yang meninggal dunia, nyawa sebagai daya perekat sudah tidak ada lagi. Dapat diumpamakan “lem perekat” antara sukma dengan badan wadag sudah hilang, sehingga terjadi pelepasan/perpisahan kekal antara sukma dengan badan wadag.
Selama badan anda sehat wal afiat tidak perlu khawatir kelepasan.. J karena eksistensi nyawa itu prinsipnya tergantung dari kondisi kesehatan atau performance badan anda sendiri. Bila sukma anda berkelana tidak akan terjadi kematian selama nyawa masih bekerja sebagai “lem perekat” atau penghubung antara sukma dengan jasad. Untuk memudahkan pemahaman raga sukma dapat saya contohkan dengan orang yang sedang main layang-layang. Layang-layang diibaratkan sukma sejati kita, tali layang-layang adalah nyawanya, dan orang yang memainkan layang-layang adalah badan wadagnya. Antara layang-layang dengan seseorang yang memainkan masih tetap terhubung oleh tali layang-layang tersebut.
Bila anda merasa sukma sudah berada di luar tubuh hendaknya melatih untuk bepergian dalam jarak dekat dulu, baru kemudian semakin lama semakin jauh. Karena bila anda langsung berjalan jauh, terkadang mengalami kesulitan untuk kembali ke badan. Seumpama orang sedang berjalan menyusuri hutan belantara yang belum anda kenali seluk beluknya serta lupa jalan pulangnya. Hal ini sangat berbahaya, karena dalam tahap awal badan wadag anda belum kuat ditinggal sukma sejati terlalu lama. Persendian akan terasa kaku-kaku, peredaran darah tidak lancar dan tekanan darah (HB) nya bisa drop. Resiko ini yang dapat berakibat terjadi kematian.

OLAH NAFAS


Selanjutnya mulai menata irama nafas khusus diperlukan dalam olah semedi. Nafas ditarik dalam-dalam, jangan tergesa dan kasar, lakukan dengan cara yang lembut, namun kuat dan sepanjang-panjangnya nafas hingga habis. Rasakan nafas mulai memenuhi puser kemudian semakin penuh naik hingga ke dada terasa penuh sesak lalu rasakan semakin naik hingga ke cethak atau langit-langit mulut, terus naik lagi hingga ke ubun-ubun kepala. Proses masuknya nafas memenuhi puser hingga ke ubun-ubun dilakukan dalam sekali tarikan nafas. Memakan waktu antara 4-7 detik. Atau dalam hitungan normal dari angka ke 1 hingga ke 7.
Setelah nafas mencapai ubun-ubun tahan sebentar dalam hitungan 7 detik lalu keluarkan nafas melalui mulut dalam hitungan 4 atau dalam waktu 4 detik. Prinsipnya jumlah tarikan nafas harus selalu lebih besar dibanding keluarnya nafas.

SASTRA CETHA


Rasakan pula saat menahan nafas di ubun-ubun, pada awalnya terasa ringan lalu semakin lama semakin berat, jika sudah terasa berat sekali kemudian lepaskan pelan-pelan seolah menurunkan beban yang mudah pecah. Beban itu sesungguhnya pergerakan rasa jati ada pula yang menyebut sebagai tenaga dalam yang terkonsentrasi. Olah nafas demikian disebut sastra cetha; sastra adalah empaning kawruh, atau kiasan sebagai umpan ilmu. Cetha adalah antebing swara cethak. Cethak adalah langit-langit mulut tempat keluarnya bunyi. Mengapa disebut sastra cetha, yakni untuk menggambarkan olah nafas yang ditarik hingga ke ubun-ubun. Nafas bisa mencapai ubun-ubun bila cethak ditutup rapat sehingga tidak lebih dulu gembos melalui mulut. Bila nafas tidak ditahan dengan cethak hanya akan mengikuti jalannya nafas yang wajar dengan sendirinya. Nafas tidak dapat mencapai ubun-ubun hanya sampai di cethak langsung turun lagi.

DAIWAN


Daiwan atau dawan artinya mengatur keluar masuk nafas yang panjang, rileks dan penuh kesabaran, tidak kemrungsung, buru-buru. Daiwan berarti pula panjang tanpa ujung, langgeng atau abadi. Maksudnya adalah sarana hidup kita yang langgeng berada di dalam nafas kita. Nafas adalah keluar masuknya angin dalam badan seiring dengan keketeg panglampahing rah/roh. Bila kedua unsur tersebut (nafas dan roh) berhenti bekerja dinamakan mati yakni rusaknya badan wadag lalu kembali kembali ke asalnya. Maka nafas yang selalu keluar masuk badan hendaknya dipanjangkan sepanjangnya agar kita memperoleh energi kehidupan lebih panjang lagi.
Keluar masuknya nafas benar-benar dirasakan adanya energi hidup (atma/chayu/kayu/kayun) sembari mengucap mantra dalam hati/batin saja. Mengucap “hu” pada saat nafas ditarik dari puser ke arah ubun-ubun. Lalu mengucap “ya” pada saat keluarnya nafas yakni turunnya nafas dari ubun-ubun ke arah pusar. Naik turunnya nafas tadi melewati dada dan cethak. Nah, disebut sastra cetha karena pada saat mengucapkan kedua mantra hu – ya dibarengi dengan pengendalian buka tutupnya cethak untuk menahan dan melepas nafas.
Setelah masuknya Islam ke nusantara, terjadi beberapa anasir seperti dalam wirid naqshabandiyah SSJ mantra hu – ya dirubah bunyi menjadi hu – allah. Namun kemudian terdapat mazab lain di luar mazabnya SSJ, dan melakukan modifikasi mantra hu – allah menjadi haillah – haillallah, dikenal sebagai wirit satariyah. Perbedaannya, dalam tradisi satariyah ini tidak dilakukan menahan nafas, melainkan hanya bernafas seperti biasanya.

Apapun kata dan bahasa yang digunakan dalam mantra toh tidak ada pengaruh dalam keberhasilan semedi. Letak keberhasilan semedi bukan pada ucapan, namun bagaimana kita harus memahami dan menghayati makna hakekat dari hu – ya, hu – allah, maupun hailah – hailallah. Jangan terjebak oleh rangkaian kata-katanya namun konsentrasi harus di fokuskan kepada getaran Zat Mahamulia. Hu atau ha atau a atau the berarti “sesuatu”, yakni menggambarkan sesuatu yang paling dan maha, tidak lain adalah eksistensi Zat tertinggi yang tanpa nama sebagai tingkat pemahaman akan tataran hakekat Zat.

TRIPANDURAT


Satu kegiatan olah nafas dinamakan sastra cetha yakni sekali kegiatan menarik/menyedot nafas melalui hidung lalu di tahan, selanjutnya dilepas lagi lewat mulut. Setiap kegiatan olah sastra cetha, tidak perlu dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama tanpa putus. Sebaliknya dilakukan saja secara wajar misalnya 3 kali melakukan olah sastra cetha kemudia istirahat sejenak lalu dimulai lagi. Tiga kali melakukan olah sastra cetha disebut tripandurat. Tri ; tiga, pandu ; suci, rat ; jagad/ badan. Maksudnya tiga kali melakukan olah sastra cetha dapat menghasilkan persentuhan antara makhluk dengan Sang Pencipta atau tumameng ing ngabyantaraning yang Mahasuci, bertempat di dalam ubun-ubun atau suhunan yakni ingkang dipun suwuni.
Naik dan turunnya nafas dinamakan wahana paworing kawula-Gusti. Pada saat nafas di tarik mencapai ubun-ubun atau suhunan lantas ditahan, nafas berhenti sejenak. Posisi yang demikian dinamakan ; kita jumeneng Gusti, bila nafas sudah diturunkan kembali ke pusar (sembari nafas keluar perlahan lewat mulut) kita kembali dinamakan sebagai kawula. Sampai pada penjabaran ini jangan sampai para pembaca keliru memahami. Adapun yang dimaksud manunggaling kawula-gusti bukanlah nafas kita, melainkan daya cipta. Olah semedi harus membentangkan atau merentangkan keluar masuknya nafas agar menjadi panjang. Sembari mengheningkan dan membeningkan mata, karena mata kita berasal dari rasa pangrasa atau indera ke-enam.

Begitu seterusnya hingga merasakan kemajuan-kemajuan. Ukuran kemajuan dalam latihan olah nafas bilamana mampu menahan nafas lebih lama lagi dari sebelumnya dan kuat melakukan latihan olah nafas dalam waktu yang semakin lama pula. Dengan kata lain jam terbangnya semakin tinggi.
Adapun olah semedi dapat dilakukan sepanjang masa, pada saat duduk, berdiri, berjalan, maupun saat bekerja. Namun cara yang dapat ditempuh cukup mengucap mantra hu – ya dalam setiap hela nafas keluar masuk. Tidak perlu diucap dengan lisan lebih utama ucapan mantra selalu terpatri di dalam hati menyambung koneksi antara diri sejati dengan Ilahi.

MANFAAT SEMEDI

Olah pasamaden atau ulah semedi sangat bermanfaat untuk kesehatan lahir batin, dan menjadi sarana belajar mengetahui hal-hal yang tersimpan di dalam rahasia gaib. Sehingga disebut pula sebagai sastra jendra hayungrat pangruwating diyu.
Sastra = empaning kawruh, jendra = harja-endra, harja = raharja, endra = ratu/dewa, yu = rahayu/wilujeng, ningrat = jagad/tempat/badan. Maknanya ; intisari ilmu pengetahuan sejati yang berguna untuk membangun kesadaran dan keselamatan, kesejahteraan, dan ketentraman.
Pangruwating diyu = menjaga diri dari diyu. Diyu = raksasa/denawa/asura/buta atau sifat raksasa bodoh, angkara murka dan gemar menganiaya, yakni sifat-sifat kebalikan dari dewa, sebagai lambang segala sesuatu yang baik. Maknanya ; olah semedi yang dapat menyirnakan segala hal yang buruk/jahat, gangguan, dan segala marabahaya.

Dari pengertian sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu mengandung makna yang mendalam yakni; siapapun yang tidak enggan melakukan olah semedi akan memperoleh berbagai kebaikan, dapat mengendalikan nafsu negatif, hatinya bersih, batin dan nuraninya tajam, naluri dan instinknya menjadi semakin kuat, memiliki sense of human, kepekaan sosial, kepekaan indera keenam (rahsa sejati). Bila badan sedang sakit atau dirasa tidak enak, akan menjadi sirna sakitnya. Sifat temperamental menjadi sopan santun, sabar, belas kasih dan lapang dada. Gemar bohong berubah menjadi jujur. Yang bodoh menjadi pinter. Yang sudah pinter menjadi pinter sekali. Hasil dari olah semedi dapat dikiaskan sebagai berikut ; yang sudra menjadi waesia, yang waesia menjadi satria, yang satria menjadi brahmana, yang brahmana menjadi berbadan braja berjiwa bethara. Yang gemuk jadi kurus, yang kurus jadi gemuk, yang cronges jadi tampan (J ..just kidding). Tapi jangan pesimis dulu, berkat olah pernafasan ada beberapa yang berhasil kok, yang tadinya gemuk menjadi ideal. Seperti halnya berbagai perguruan ilmu “tenaga dalam” sudah membuktikan manfaat olah semedi (pernafasan) ini terutama dalam menjaga stamina dan kesehatan.

Jika badan sehat, stamina bagus, maka jasad tidak mudah rusak, berarti dapat menghabiskan usia yang digariskan tuhan, dan tentu saja tidak terjadi “kematian prematur” akibat human error, kecerobohan dan mismanajemen dalam menjalani kehidupan ini.
“Sawarnaning kapiawon tuwin saliring godha rencana, bebaya pakewed punapa kemawon, ingkang tuwuh saking cidraning manah pribadi, punika sedaya sirna lebur dening pangastuti ulah semedi, inggih amesu cipta, mesu budi, maladihening, ulah pasamaden, sedaya punika namung kangge amurmeng pandulu paworing kawula kalawan gusti. Makaten ugi sedaya sawarnining bebaya ingkang medal saking pandameling tiyang sanes, sanadyan ugi kewan ingkang wantun angganggu damel, temtu ketaman ing wilalat, peksi miber ingkang ngungkuli temtu pejah sirna kuwandhanipun. Punapa dene tumrap sasamining titah ingkang nedya anglawan, angremehaken tuwin angluhuri kamenangan dateng sasaminipun, temtu boten badhe kalampahan. Salagi saweg purun papandengan kemawon sampun tamtu badanipun gemeter lolos otot bebayunipun. Inggih margi saking kaungkulan perbawa ingkang tansah sumunar gumawang purbawisesanipun kadosdene wimbaning purnama sada”.

Karena itu dalam kaitannya dengan olah asamaden, Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam beserta perkembangannya. Manfaat Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah tatacara, jalan atau cara untuk mencapai kemuliaan dan kesempurnaan hidup yang sejati.

Tetap diam dan amati...
Perjalanan Spiritual...🧘🏻‍♀️🧘🏻‍♀️🧘🏻‍♀️
Rahayu 🙏❣️🙏

Recent Comments

Diberdayakan oleh Blogger.