Rabu, 05 Agustus 2020

APAKAH DEEP STATE ?

Yang disebut Deep State itu adalah para entitas yang usianya sdh ribuan tahun. Hanya sedikit jumlahnya namun tentu mereka sangat cerdas dan lihai bermain taktik untuk tetap menguasai bumi sebagai jajahan. Mereka disebut juga reptilian yang berasal dari luar bumi, tehnologi ruang angkasa mereka kuasai. Mereka sangat ahli bermain strategi mengontrol manusia.

Oleh karena itu sebagai lawan seimbang bagi Deep State yang adalah entitas yang sudah ribuan tahun umurnya maka para Old Souls (Jiwa-jiwa Tua yang usianya juga sudah ribuan tahun) turun gelanggang ke bumi untuk membantu pembebasan bumi dari sejarah panjang perbudakan. Dalam pesan Sabdo Palon, yang disebut anak-anak asuh Sabdo Palon adalah jiwa-jiwa tua yang turun ke bumi. Di lingkungan spiritual global disebutkan ada 144.000 jiwa tua/lightworker turun ke bumi.

Inilah pula mengapa sering ditekankan untuk saling menghormati dalam perbedaan pendapat, sebab dalam pro-kontra peperangan non fisik dan lebih bersifat perang informasi dan pengetahuan ini melibatkan para Old Souls. tentu saja sebab kita tidak benar-benar tahu persis posisi kita masing-masing dan mungkin sesekali bersinggungan dengan mereka yang mengingatkan atau menyampaikan pesan. Blaik kuwalat.

Intinya, selalu fokus pada berbagi pengetahuan dan argumentasi dengan sikap hormat jika berbeda pendapat. Beda pendapat dan argumentasi bukanlah kesalahan, namun jika memaksakan kehendak, memusuhi dan hilang rasa hormat pada sesama, itulah jebakan halus para penjajah. Selalu tenang dan sikap hormat akan memandu pada jalur matrix pencapaian kemerdekaan dan kehidupan damai.

Pada saatnya nanti ketika mereka begitu terpojok dan lebih banyak manusia bangun dan sadar telah dijajah, tidak mau lagi menjadi pembela mereka, maka para entitas penjajah itu, akan muncul dari persembunyiannya dikawal oleh para pembela setia mereka.

Kembali ke pesan Eyang Sabdo Palon bahwa anak-anak asuhnya akan berjuang melalui jalan damai yakni dengan bersenjatakan pengetahuan. Perang yang di jalani adalah perang informasi dan pengetahuan, bukan perang fisik, bukan memusuhi sesama, melainkan membangun pemahaman melalui perluasan wawasan pengetahuan.

Jangan lelah berbagi informasi dan pengetahuan sekalipun tidak di tanggapi. Sadari bahwa setiap bentuk paksaan dan kekerasan adalah cara cara para agen dan pembela deep state untuk mengendalikan manusia di bawah ketakutan. Tanpa ada yang berani bersuara maka mereka yang di kendalikan deep state akan semakin leluasa mengendalikan semua sepenuh nya, sementaa mayoritas manusia hanya akan patuh karena takut.

Merdeka !!!

Jumat, 31 Juli 2020

KOMITE PENDIRIAN PARTAI GEMAH RIPAH


https://partaigemahripah.blogspot.com/
Dengan restu dan petunjuk dari Tuhan yang Maha Esa, telah dibentuk Komite Pendirian Partai Gemah Ripah yang bertugas menyiapkan seluruh perangkat kepartaian dan memproses pendirian Partai Gemah Ripah sebagai badan hukum politik yang sah, terdiri dari nama-nama berikut:

INISIATOR/KETUA KOMITE

1. Setyo Hajar Dewantoro/ Jawa Barat/ Guru Meditasi

TIM 9:

1. Irma Ariefianti Rachmi/ DKI Jakarta/ Wiraswasta (SEKRETARIS KOMITE)
2. Rina Triani Silviana/ Bali/ Wiraswasta (KOORDINATOR PENGEMBANGAN JEJARING)
3. Muhammad Ilham/ Jawa Barat/ Pegawai swasta (KOORDINATOR DESAIN ORGANISASI)
4. Christina Happyninatyas/ Jawa Barat/ Wiraswasta (KOORDINATOR KAMPANYE)
5. Gilang Agustiar/ Jawa Barat/Profesional (OORDINATOR PENYIAPAN KONSTITUSI PARTAI)
6. I Wayan Wijaya/ Bali/ Wiraswasta (KOORDINATOR SELEKSI KADER)
7. Herwan Sutanto/ Jawa Tengah/Spiritual Healer(STAF UNTUK KETUA KOMITE)
8. Fransisca Sicilia EV/ Jawa Tengah/ Pegawai swasta (BENDAHARA)
9. Habib Qohar/ Sulawesi Selatan/ Pegawai swasta (KOORDINATOR GARDA GEMAH RIPAH)

TIM 45:

1 I Dewa Gede Wisarjana/ Bali/Pegawai Swasta
2. Sutrisno, SE/ Jawa Timur/Wiraswasta
3 Mochamad Yogaswara/ Jawa Barat/ Wiraswasta
4 Ahmad Jauhari/ Jawa Timur/Wiraswasta
5. Agung Dwi Setiawan/ Jawa Barat/Wiraswasta
6 Nyoman Suwartha/ Jawa Barat/ Dosen
7 Agus Paterson Sarumaha/ Jawa Barat/ Pegaway Swasta
8 Agus Setyo/ Jawa Timur/ Pegawai Swast
9 Yan Sumaryana/ Jawa Barat/ Wiraswasta
10 Ferry Firmansyah/ Jawa BaBaratzPegawau Swasta
11 Ir Midas H Simanjuntak/ DKI Jakarta/Aktivis Pemberdayaan Masyarakat
12 Nawang/ Jawa Barat/Pegawai Swasta
13 Anjas Wahyu Wibowo/ Banten/Pegawai Swasta
14 Moh Shodiq Luthfi Hakim/ Jawa Tengah/Wiraswasta
15 Eri Wijaya/ DKI Jakarta/ Pegawau Swasta
16 Eko Nugroho/ DKI Jakarta/ Pegawai Swasta
17 Filiarieske Erdianno Putri/ Jawa Timur/ Wiraswasta
18 Aryandi Yogaswara/ Jawa Barat/ Wiraswasta
19 Pulung Pramono/ Lampung/Self Employee
20 Tomi Andrean/ Jawa Barat/Wiraswasta
21 Sugeng purwantono/ DKI Jakarta/Self Employee
22 Achmad firdaus/ Jawa Timur/ Mahasiswa
23 Aris Munandar/ Jawa Tengah/ Karyawan Swasta
24 Achmad Muchlisin/ Jawa Tengah/ Pegawai Swasta
25 Annisa Praba Semesta/ Jawa Tengah/ Wiraswasta
26 Mokhamad Khadirin/ DKI Jakarta/Self Employee
27 Yakob Raga/ NTT / Mahasiswa
28 Zaini Miftah/ Kep Riau/ Wiraswasta
29 Tejo Pramono/ Jawa Timur/ Swasta
30 Dadang Sugesti Dograsa/ Jawa Timur/ wiraswasta
31 Gede Vernanda Satria/ Bali/ Dokter Umum
32 Julia Fitri/ DKI Jakarta/Wiraswasta
33 Bambang wegig pranoto/ Jawa Tengah/ wiraswasta
34 Diaz Parandhika/ Jawa Tengah/ Wiraswasta
35 Siwi Teguh/ Jawa Tengah/ Wiraswasta
36 Budijanto/ Jawa Barat/ Wiraswasta
37 Dardiri Dardak/ Jawa Timur/Self Employee
38 Simer Deep/ Banten/ wiraswasta
39 Iis Iskandar/ Jawa Barat/ Wiraswasta
40 R Satyo Hadi Wibowo/ Jawa Barat/ Karyawan Swasta
41 Aditya Rachman/ Jawa Timur/ Budayawan
42 Ales Shella Hadysara/ Jawa Tengah/ pegawai swasta
43 Achmad Ki Sabdo W./ Jawa Timur/wiraswasta
44 Viranggo Linardyi/ DKI Jakarta/ Wiraswasta
45 Erik Budi Santiko/ Jawa Tengah/ Wirausaha

Nama-nama di ataslah yang punya wewenang bekerja atas nama Komite Pendirian Partai Gemah Ripah serta mewakili komite sesuai wilayah tugasnya.
Selanjutnya, tengah dipersiapkan para kader di berbagai provinsi untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan Undang-undang.

Mari bersama-sama kita memberikan karya terbaik bagi NKRI dengan jiwa yang murni.
Ditetapkan di Jakarta, 30 Juli 2020
Catatan: Anggota Komite ini dipilih berdasarkan 6 parameter: Tingkat Kesadaran, Ketulusan Niat, Kecocokan dengan Partai Politik, Kualitas Benih Spiritual, Daya Tahan pada Godaan dan Tingkat Loyalitas. Nama-nama di atas bisa berubah atau bergeser sewaktu-waktu sesuai dinamika yang terjadi.

Kamis, 30 Juli 2020

PITULUNGAN KANG AGUNG

https://partaigemahripah.blogspot.com/


PITULUNGAN KANG AGUNG

(Pertolongan yang Agung)

Kemajuan sebuah negara jelas tak bisa diukur hanya dari peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur berupa jalan tol, bendungan dan semacamnya. Itu penting tapi harus dibarengi dengan faktor lain yang juga fundamental, yaitu:

1. Kebudayaan yang Sesuai Jatidiri
Missi utama pendidikan nasional adalah menyiapkan warga bangsa yang berbudaya sesuai Jatidiri: yaitu mengenali keagungan sebagai manusia, mengenali esensi sebagai manusia, mengenali talentanya, lalu hidup tertuntun Diri Sejati dan berkarya sesuai talenta dalam rangka hamemayu hayuning bawana. Menjadi faktor destruksi jika pendidikan direduksi menjadi hanya proses pemindahan pengetahuan dan melatih anak menjawab soal-soal kognitif. Siapapun yang membuat pendidikan kita jadi hancur kehilangan tujuan agungnya, sesungguhnya telah berlaku khianat pada cita-cita kemerdekaan.

2. Kedaulatan Politik.
Bangunan kenegaraan semestinya mencerminkan semangat kerakyatan, bahwa ia ada untuk mensejahterakan rakyat seadil-adilnya. Maka setiap keputusan dan kebijakan negara seyogyanya diambil berdasarkan hikmat kebijaksanaan. Kita masuk kepada lingkaran setan karena produk pendidikan kita mayoritasnya malah tak kenal apa itu Diri Sejati yang merupakan sumber dari hikmat kebijaksanaan. Secara faktual, negara yang dipimpin oleh siapapun yang tak tertuntun Diri Sejatinya niscaya akan mudah dimanipulasi dan diintimidasi oleh kuasa kegelapan yang mempengaruhi dari balik layar melalui mekanisme iming-iming dan ancaman. Memang, tanpa keberadaan satria pinandita sinisihan wahyu, nyaris mustahil memastikan politik yang berdaulat.

3. Keberdikarian Ekonomi
Segala kemampuan anak bangsa dan seluruh sumber daya alam yang dimiliki negara ini sewajarnya dipergunakan untuk kegemahripahan semua pihak dengan prinsip keadilan. Lagi-lagi, ini terkait dengan faktor sebelumnya yaitu faktor kedaulatan politik. Tanpa keberdaulatan politik, yang akan terjadi adalah postur perekonomian nasional yang melanggengkan penjajahan ekonomi. Maka, solusi untuk hal mendasar ini adalah: solusi jangka pendek - ada gerakan politik yang mengantarkan mereka yang tercerahkan paripurna ke tampuk kepemimpinan negara; solusi jangka panjang: merombak total pendidikan nasional agar kembali menjadi motor transformasi kebudayaan dan menjadi wahana kawah candradimuka untuk memunculkan Ksatria Nusantara yang mengenali dan hidup sesuai jatidirinya.

Kini, restu dari para leluhur agung dan jiwa-jiwa tercerahkan telah turun. Maka bangsa ini pasti mendapatkan pertolongan yang agung dengan cara yang kadang tak terpikirkan.

Para pembaca yang mendapat dorongan dari Diri Sejati untuk bergabung,

silakan isi form berikut:

https://bit.ly/CalonKaderGemahRipah

Tulung Agung, 30 Juli 2020
SHD


Label :

Senin, 27 Juli 2020

INDONESIA GEMAH RIPAH






Negeri kita sejatinya adalah negeri sorgawi, yang dianugerahi alam nan indah permai dan kekayaan alam yang berlimpah. Di dalam DNA kita, sesungguhnya juga terekam memori akan keagungan dan kejayaan di masa silam. Saat negeri ini berhasil merealisasikan rancangan sorgawinya: berpadu selaras kesadaran spiritual, keluhuran seni budaya, kemajuan teknologi, kemapanan politik dan keberlimpahan ekonomi. Lihatlah jejak kesemua kualitas itu pada candi-candi yang bertebaran di banyak tempat. Candi-candi itu bercerita tentang satu masa dimana bangsa kita menjadi bangsa yang agung dan jaya.
Ada kesenjangan yang lebar antara keadaan kita saat ini, sebagai sebuah negara bangsa yang dinamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan keadaan di masa Majapahit, Sriwijaya, Kahuripan, Singasari, Matswapati. Kita memang sedang mengalami degradasi, dan itu adalah siklus peradaban yang wajar. Menjadi tanggung jawab kita untuk menata kembali negeri, memulihkannya menjadi negeri surgawi: Indonesia Gemah Ripah.
Satu langkah perdana yang perlu kita lakukan menyegarkan pengertian kita terhadap sejarah bangsa, memperbaharui persepsi kita terhadap para tokoh kuna. Saya melihat ada upaya pembelokan untuk membuat kita terputus dengan akar spiritual kita, sekaligus kehilangan rasa hormat pada jiwa-jiwa agung di lalu.

Ken Arok yang dikenal juga dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi , hadir dalam benak kita sekarang sebagai pembunuh Tungggul Ametung menggunakan Keris Empu Gandring, dengan memanipulasi Kebo Ijo, gara-gara kesengsem Ken Dedes. Padahal ini adalah cerita dusta mesti dikatakan bersumber pada literatur kuna. Dalam keheningan saya mencoba terhubung dengan jiwa Ken Arok dan membaca catatan akasha yang merekam segala peristiwa. Dari situ saya tahu bahwa Ken Arok sesungguhnya adalah sosok yang tercerahkan. Saat mangkat, jiwamya memasuki dimensi 25 dalam struktur 31 dimensi. Itu adalah dimensi cahaya yang hanya bisa dijangkau oleh pribadi yang telah terhubung selaras pada Diri Sejati dan menjadi murni.
Selanjutnya, kita mendapat cerita bagaimana Prabu Sri Jayakatwang memberontak dan membunuh Prabu Sri Kertanegara yang membuat Singasari runtuh. Ini juga cerita dusta karena sesungguhnya mereka berdua juga merupakan pribadi luhur yang tak pernah berperang untuk memperebutkan tahta. Sri Jayakatwang saat mangkat menjangkau dimensi 21, sementara Sri Kertanegara menjangkau dimensi 25.

Banyak cerita lain yang sesungguhnya penuh dusta dan harus dibongkar. Itu perlu untuk melebur mindset yang mengkerdilkan bangsa ini, sekaligus menumbuhkan kembali cinta kepada tanah air, serta keluhuran kebudayaan dan sejarahnya.
Lebih jauh, dalam rangka merealisasikan cita-cita Indonesia Gemah Ripah, kita perlu memulainya dengan menumbuhkan kembali akar spiritualitas bangsa kita. Ini adalah fondasi yang harus dibangun dengan tuntas: bangsa kita kembali hidup dalam kesadaran spiritual yang sejati, sebagaimana para leluhur agung bangsa ini.

Negara kita yang berdasar Pancasila sesungguhnya dirancang untuk menjadi bangsa spiritual yang bisa menerapkan prinsip spiritual termasuk dalam kehidupan politik. Ini yang menjadi latar gagasan pendirian Partai Gemah Ripah.

Anda yang tergerak untuk bergabung, silakan hubungi kami:

KOMITE PENDIRIAN PARTAI GEMAH RIPAH

WA +62 878-8740-9090

Form untuk bergabung dengan gerakan pendirian Partai Gemah Ripah:

https://bit.ly/CalonKaderGemahRipah

Foto: Suko Winadi Ibrahim




Label :

Minggu, 26 Juli 2020

PARTAI POLITIK UNTUK MENGHIMPUN PARA SATRIA PINANDHITA

Per hari ini 200 orang menyatakan bergabung dalam partai politik baru yang saya inisiasi, yaitu Partai Gemah Ripah. Namun tidak semua yang bergabung otomatis menjadi kader karena saya menetapkan 6 kriteria untuk menyeleksi siapapun yang hendak bergabung dalam gerakan perubahan yang revolusioner ini, yaitu: Tingkat kesadaran, kecocokan dalam partai politik, kualitas benih spiritual, loyalitas, ketulusan niat dan daya tahan pada godaan. Sejak awal saya dan orang-orang di lingkaran inti dalam pembentukan partai politik ini, tidak berorientasi pada jumlah. Ini kerja jangka panjang untuk memulihkan tatanan politik di Indonesia agar kembali berlandaskan hikmat kebijaksanaan.

Partai yang saya inisiasi ini, besar atau kecilnya dia nanti, dia jadi prototipe partai politik yang benar-benar menerapkan Pancasila. Pancasila bukan menjadi pemanis bibir tapi menjadi api yang menyala di sanubari.

Kembali merujuk pada 6 kriteria di atas, saya melarang murid-murid saya yang tingkat kesadaran spiritualnya tinggi tapi tak cocok dalam peran politik praktis untuk bergabung secara struktural di dalam partai. Saya juga mencegah bergabungnya para guru spiritual yang memang harus konsisten di jalurnya karena tak berjatah di politik praktis

Seterusnya, siapapun yang ambisius, punya niatan menunggangi partai, saya sudah tahu sejak awal dan ada mekanisme untuk menjauhkannya atau membuatnya pergi.

Partai politik ini memang ada untuk menghimpun para satria pinandhita yang pasti sanggup membawa bangsa ini mencapai keadaan gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja.

Para pembaca yang mendapat dorongan dari Diri Sejati untuk bergabung,

Silakan isi form berikut:

https://bit.ly/CalonKaderGemahRipah



Label :

Recent Comments

Diberdayakan oleh Blogger.